Yayasan Quranesia

Alhamdulillah, Para Pejuang Al-Qur'an ini Sangat Terbantu dengan Rp 10.000 Kita!

Lebih dari 350.000 TPA/TPQ, Lembaga Pendidikan Al-Quran dan Pondok Pesantren Kecil di Indonesia, 30%-nya mengalami keterbatasan fasilitas seperti Al-Quran, alat belajar, ruangan, hingga akomodasi asatidz. MENDUKUNG & MEMULIAKAN PARA PENDEKAR QURAN ADALAH VISI KAMI.

Keutamaan berinfaq :

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya” [Saba’/34 : 39]

Syaikh Ibnu Asyur berkata : “Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfaq kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama.

 

Berinfaq di Jalan Allah sangat dianjurkan. Selain membersihkan harta, pahala atas dibelanjakannya harta tersebut akan ikut masuk ke kita.

Ada beberapa nash dalam Al-Qur’anul karim dan Al-Hadits Asy-Syarif yang menunjukkan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah akan diganti oleh Allah di dunia. Disamping, tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat.

BERINFAK DI JALAN ALLAH ADALAH TERMASUK KUNCI RIZKI

MASYAALLAAH..

Ada fakta yang sangat memberatkan hati yang terjadi kepada para pejuang fii sabilillah yang jauh dari jangkauan kita..

Para Fiisabilillah yang berjuang tanpa pamrih ini, kurang memiliki support finansial yang memadai sehingga banyak fasilitas yang kurang lengkap.

Berikut ini beberapa cerita dari mereka…

“Di daerah sini mayoritas Nasrani. Kristenisasinya cukup kuat. Alhamdulillah, meskipun sering bentrok dengan warga, kami masih bisa berdiri dengan bantuan aparat negara yang mendukung penuh. Kini ada kendala baru, yakni sumber air yang masih mengandalkan air hujan. Kalau pas nggak hujan, kami beli di penyedia layanan air dengan Rp 6000/kubik. Kami ingin bikin sumur bor. Masalahnya adalah sumur harus super dalam, tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Semoga Allah mengabulkannya.”

Pak Cipto, Pengasuh Pondok Cahaya Tauhid Jati Kembar Kulon Progo.

“Disini semua Yatim Piatu dan Dhuaha, dan hampir semua anak-anak disini tidak tahu dimana mereka berasal, siapa orangtuanya dan siapa saudaranya. Selama ini mereka hidup dari hasil kami berjualan ikan di pasar dan produksi aquarium. Tapi pandemi ini membuat penjualan menurun. Namun kami tetap bersyukur meski harus lebih berhemat lagi untuk membeli beras. Pengadaan Al-Quran yang baru pun sedang ditunda.”

Ustad Usman, Pedagang Ikan & Pengasuh Panti Asuhan Cipto Siswoyo, Turi, Sleman.

“Alhamdulillah, kami termasuk salah satu pondok pesantren tahfidz putri yang masih berdiri kokoh di kota Jogja di tengah gempuran budaya modern wanita . Sebagian besar mereka adalah pelajar. Anak-anak kami belajar dengan gratis disini, meski soal makan kami belum kuat untuk menganggarkannya, sehingga mereka harus mencari sendiri. Selain itu, ada kebutuhan mendesak seperti listrik yang harus naik daya karena santri semakin banyak. Semoga Allah memberikan jalan yang mudah.”

Ustad Rahmad, Pondok Tahfidz Putri An-Nisa, Umbulharjo Yogyakarta.

“Semua yang ada disini Yatim dan Dhuafa yang nggak tahu asal-usul keluarganya. Semuanya berprestasi. Mereka semangat sekali untuk ngaji tiap hari. Tahun lalu kami sering dapet bantuan makan. Semenjak pandemi, donatur berkurang. Untuk kebutuhan harian sering kurang.”

Ustad Andri, Pengasuh Panti Asuhan La Tahzan, Banguntapan Yogyakarta.

“Disini ada 19 anak asuh, tidak dipungut biaya sama sekali kecuali infaq. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami jualan parfum roll on di tengah-tengah pusat keramaian di Gunung Kidul DIY. Kami masih kesusahan soal air. Di kala hujan, kami menampung air di bak besar. Namun di musim kemarau, kami harus beli air seharga 130rb untuk 1 tangki. Meski begitu, mereka tetap bersemangat belajar agama. Allah akan menolongnya.”

Ustad Musdi, Pengurus Pondok Pesantren Darul Ma’unah, Panggang, Gunung Kidul.

“Kami berjualan bibit anggur untuk membiayai operasional pondok. Santri remaja dan dewasa kami mintai tolong untuk membantu berjualan, sedangkan santri yang masih balita dan anak-anak fokus untuk belajar. Alhamdulillah masih diberikan kecukupan untuk kebutuhan sehari-hari meski penjualan menurun karena pandemi.”

Ustad Agus, Sabilul Huda, Pakem, Sleman.

Sebagai muslim yang mempunyai ghirah tinggi, melihat kondisi ini Anda tentu tidak nyaman dan tergerak hatinya untuk membantu mereka, karena.. JIKA ANDA TIDAK BISA MENJADI PEJUANG DI JALAN ALLAH, MAKA BIARLAH HARTA ANDA MENJADI SAKSI SEBAGAI WASILAH JALAN LURUS PARA FII SABILILLAH INI MENYELESAIKAN MISINYA.

Bergabunglah bersama kami, jadikan harta Anda sebagai saksi kedermawanan Anda kepada para pejuang Quran di akhirat kelak..

Memperkenalkan..

Quranesia adalah sebuah yayasan yang berdiri di Yogyakarta sejak 2020. (SK Kemenkumham : AHU-0023387.AH.01.04.Tahun 2020). Bergerak dengan menyalurkan bantuan kepada para Pejuang Quran, atau biasa kita sebu fisabilillah. Mulai dari santri hingga asatidz yang memang secara fasilitas dan finansial masuk kategori wajib dibantu.

Quranesia dibentuk berlandaskan dari 2 buah ayat Al-Quran sebagai kunci kesejahteraan dunia dan akhirat, yaitu :

Surah Al-Baqarah Ayat 261 (Sedekah Sebagai Kunci Kesejahteraan Duniawi)
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Surah Al-Baqarah Ayat 272 (Sedekah Sebagai Kunci Keselamatan Akhirat)
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Quranesia bergerak dengan cara mengumpulkan infaq dari orang-orang sholeh, lalu menyalurkannya ke pondok pesantren atau lembaga pendidikan Al-Quran, dimana lembaga pendidikan tersebut memiliki banyak fasilitas dan infrastruktur yang kurang memadai untuk belajar.

Quranesia menyalurkan bantuan berupa :

"Mengajak Kaum Muslimin dan Kaum Muslimah yang Peduli kepada Gerakan 1Juta Qur'an Fisabilillah yang dilakukan oleh Yayasan Quranesia untuk menjadikan Bangsa ini berakhlak Al-Quran sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam"

- Dik Doank, Dewa Putu Adhi, dan Agus Idwar -

Beberapa Dokumentasi Penyaluran Bantuan yang Sukses Membantu Para Pejuang Fii Sabilillah yang membutuhkan bantuan.

Penyaluran bantuan sembako ke pondok pesantren Cahaya Tauhid Jati Kembar.

Beberapa Anak Asuh Panti Asuhan Cipto Siswoyo sedang menerima penyaluran bantuan berupa makan, Al-Qur’an dan Al-Qur’an tulis.

Salah satu pengurus Pondok Pesantren Tahfidz Putri An-Nisa yang sedang menerima bantuan dari tim Quranesia.

Pondok Pesantren La Tahzan, salah satu Pondok Pesantren penerima bantuan dari Quranesia.

Bantuan berupa makan dan uang tunai untuk operasional pondok, di pondok pesantren Darul Ma’unah, yang sebagian besar santrinya dhuafa dan yatim piatu.

Penyaluran bantuan ke Pondok Pesantren Sabilul Huda.

Ini adalah 6 dari 1001 pondok/lembaga pendidikan yang jauh dari jangkauan Anda yang berhasil diakses dari bantuan Umat Islam di Indonesia melalui Quranesia. Masih ada ratusan bahkan ribuan lagi dengan masing-masing ratusan santri yang belum terbantu.

Subhanallah, ini adalah hidayah Allah bagi Anda untuk mendapatkan kesejahteraan dunia dan akhirat dengan membantu para fii sabilillah!

Mari bergabung dengan Quranesia di gerakan infaq Rp 10.000 per pekan, karena sejatinya infaq yang bagus adalah infaq yang rutin.

Bantu Mereka, dan Dapatkan Pahala Fii Sabilillah!

*Langsung ke rekening yayasan