"Tauhid didaerah sini sangat murah, Mas."
Pak Cipto beserta para rekannya, berdakwah di desa Plengen, Kulonprogo sejak belasan tahun yang lalu. Awalnya, desa ini dikenal sebagai KAMPUNG MUALAF.
Desa ini merupakan desa mayoritas penduduk beragama Katholik. Pada dasarnya tidak ada masalah. Namun masalah terjadi ketika beberapa orang muslim termasuk pengurus masjid berbondong-bondong murtad karena persoalan yang sederhana.
Inilah yang menginisiasi Pak Cipto dan kawan-kawan untuk berdiri tegak mempertahankan tauhid warga muslim desa Plengen.
"Dulu saya pernah dilaporkan saat mau bangun Masjid. Alhamdulillah, kepolisian setempat justru mendukung pembangunan Masjid."



