Yayasan Quranesia

Assalamualaikum, Sahabat Qurani yang dirahmati Allah SWT

Sebagai umat Muslim, sudah sepatutnya kita meneladani dan menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan dalam berbagai aspek kehidupan.

Mulai dari keteladanan beliau dalam hal memimpin rumah tangga, bagaimana beliau membaur bersama masyarakat, mendidik anak, hingga bergaul dengan istri-istrinya. Penasaran bagaimana cara Rasulullah menempatkan diri di berbagai situasi? Yuk belajar bersama!

Kepiawaian Rasulullah SAW dalam Memimpin Umat Islam

Bukan Rasulullah yang butuh untuk diteladani, tetapi kita yang membutuhkan sosok figur Rasulullah dalam menjalani hidup ini. 

Belajar bagaimana memperlakukan orang, baik yang dikenal ataupun tidak, dari hal-hal yang sifatnya personal sampai yang umum, beliau adalah sosok yang tepat yang bahkan digambarkan secara langsung oleh Allah Swt dalam firmannya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al Ahzab : 21)

Di antara karakter yang dimiliki oleh rasulullah adalah kepiawaiannya dalam memimpin serta menggerakkan satu kelompok masyarakat. Tidak heran beliau menempati posisi pertama dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh versi Michael Hart dalam The 100, a Ranking of the Most Influential in History.

Lalu apa saja karakter yang mendukung untuk menjadi seorang pemimpin ulung yang disegani semua kalangan baik lawan maupun kawan?

Karakter Pemimpin ala Rasulullah SAW

Sebagaimana nasehat Rasulullah terhadap umatnya, bahwa setiap orang itu memiliki karakter kepemimpinan. Artinya kita pun sebenarnya memiliki karakter tersebut, namun mungkin belum menyadari dan belum terasah. Hehe..

Hal ini juga disampaikan oleh Ustadz Ja’far Al Jufri dalam Kajian Sirah Selasa Malam (KALAM) yang diselenggarakan pada Selasa malam, 02 Juli 2022, di Langgar Pawon Quranesia. Berikut rinciannya.

  1. Mampu Memimpin Diri Sendiri

Prinsip kepemimpinan Rasulullah SAW yang pertama adalah seorang pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Mengapa harus demikian? Bukan akan terlihat aneh saat seseorang memerintahkan satu hal (melakukan kebaikan) tetapi Ia justru tidak melakukan? Selain tidak etis bagi si pemimpin, itu akan menurunkan integritas, Sahabat Qurani.

Sesuai dalil yang terkandung dalam Al quran Surah As-Shaff ayat ke-3 :

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Jelas seorang pemimpin harus menjadi contoh bagi yang lain. Bukan hanya dari lisan, melainkan tindakan juga.

Apakah sahabat Qurani memiliki karakter tersebut? Kalau iya, wah, berarti Sahabat Qurani memiliki bibit menjadi pemimpin sesuai dengan prinsip Rasulullah! MasyaAllah..

  1. Mau Terus Belajar dan Mudah Beradaptasi

Kedua, seorang pemimpin juga harus menjadi sosok yang pembelajar, mampu beradaptasi di lingkungan di mana Ia berada.

Artinya, beradaptasi untuk menumbuhkan kebaikan pada setiap interaksi sosial. Rasa keingintahuannya mendorong untuk belajar lebih banyak hal positif untuk mendukung perkembangan dirinya dan juga lingkungan sosialnya.

Menjadi manusia pembelajar (become a learner), berarti terus menerus meningkatkan kualitas diri, agar memberi kontribusi lebih banyak bagi masyarakat, agama dan bangsa.

  1. Berani, Tak Gentar saat Ada Masalah

Seorang pemimpin harus memiliki sikap berani (courage) ketika dihadapkan pada masalah, terutama saat mengambil keputusan.

Mengambil keputusan pun tak boleh asal, Sahabat Qurani. Kita harus mempertimbangkan secara matang dan harus sesuai dengan syariat Islam, ya! 

Rasulullah SAW tak pernah asal dalam mengambil keputusan. Beliau selalu menjadikan hukum Islam dalam menentukan setiap tindakan.

Baginda Rasulullah SAW pun tak pernah gentar saat diterjang berbagai masalah, karena Rasul yakin bahwa Allah selalu menyertai.

Karena prinsip kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, sehingga dalam urusan apapun itu, kita harus melibatkan Allah, baik saat hendak mengambil keputusan maupun menentukan sebuah tindakan.

  1. Disiplin

Karakter pemimpin ala Rasulullah yang harus dimiliki selanjutnya adalah disiplin. Disiplin ini sangat penting loh, Sahabat Qurani. Karena dengan disiplin kita akan mampu mengubah pola hidup yang tidak teratur menjadi lebih teratur.

Selain itu disiplin akan menumbuhkan kesadaran internal untuk mampu dan bertanggung jawab pada ketentuan yang telah disepakati bersama. Sebagian besar ilmuwan pun sepakat bahwa sifat disiplin sudah terbukti menjadi salah satu kunci kesuksesan seseorang.

Salah satu kedisiplinan Rasulullah yang bisa kita contoh yakni kala beliau, baginda Rasulullah SAW, menjalankan ibadah sholat wajib selalu tepat waktu. Rutin dan konsisten mengerjakan ibadah sunnah.

Kita bisa mengasah sifat disiplin ini dengan melakukan hal-hal sederhana, seperti bangun pagi di waktu subuh secara rutin, Sahabat Qurani. Seiring berjalannya waktu, InsyaAllah… kita pun akan disiplin dalam berbagai aspek dengan sendirinya.

Semua nilai karakteristik kepemimpinan terhimpun dalam diri Rasulullah SAW, yang mana beliau adalah seorang pemimpin yang disegani, baik kawan maupun lawan.

Dilihat dari segi moral etika, bicara, perintah, hingga tindakannya, apa yang dilakukan Rasulullah SAW adalah selaras dengan apa yang beliau sampaikan melalui lisan mulianya dan tak pernah ingkar.

MasyaAllah.. Begitu luar biasa bagaimana sifat dan karakteristik kepemimpinan yang dimiliki Rasulullah SAW. Semoga kita bisa menerapkan sifat dan karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Simak ulasan lebih lengkap mengenai Prinsip Kepemimpinan Rasulullah SAW yang disampaikan Ustadz Ja’far di sini.

Bagi Sahabat Qurani yang ingin mendapat ilmu kajian bermanfaat bersama Ustadz Ja’far dan Ustadz lainnya, bisa banget, loh! InsyaAllah kajian rutin diselenggarakan setiap hari Selasa pukul 18:30 WIB, dan hari Jumat pukul 19:30 WIB di Langgar Pawon Quranesia. Klik di sini untuk menuju lokasi!Sahabat Qurani juga bisa mengikuti kajian tersebut secara online di akun instagram Quranesia atau Youtube Quranesia. Dapatkan pula info selengkapnya mengenai kajian rutin dengan bergabung di grup WhatsApp. Klik di sini untuk bergabung!

Artikel Terkait:

Begini Cara Amal Jariyah Biar Pahala Mengalir Terus

Apa Itu Amal Jariyah dan Sedekah Jariyah Amal jariyah adalah amal kebajikan yang terus memberikan…

Pengertian Sedekah dan Keutamaannya dalam Islam

Sedekah atau shodaqoh adalah salah satu amalan atau ibadah yang ada di dalam agama Islam…

Meneladani Prinsip Kepemimpinan Rasulullah

Meneladani Prinsip Kepemimpinan Rasulullah

Assalamualaikum, Sahabat Qurani yang dirahmati Allah SWT Sebagai umat Muslim, sudah sepatutnya kita meneladani dan…