Yayasan Quranesia

Assalamualaikum, Sahabat Qurani yang dimuliakan Allah!

Pasti tak asing dengan ‘sunnah’, bukan? Sebagai umat muslim, tentu kita sering mendengar ‘sunnah’ dalam keseharian kita. Sebenarnya apa, sih, sunnah itu? Ada berapa macam-macam sunnah? Apa saja contohnya?

Selengkapnya informasi mengenai sunnah bisa Sahabat Qurani simak di sini, ya!

Pengertian Sunnah

Menurut Muhadditsin (para peneliti hadits), sunnah merupakan segala sesuatu yang mengacu atau diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Mulai dari sifat, perkataan, perbuatan, kepribadian, persetujuan, perjalanan hidup baik sebelum maupun sesudah menjadi seorang utusan.

Sedangkan menurut pendapat kebanyakan Ulama Salaf, sunnah adalah kesesuaian Al-Qur’an dengan apa yang ada pada Nabi beserta para sahabat, baik dalam urusan keyakinan atau amal ibadah.

Kesimpulannya adalah sunnah merupakan amalan (perkataan, perbuatan, sifat, dan sebagainya) yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW untuk memperkuat atau memperjelas hukum-hukum dalam Al-Qur’an.

Macam-macam Sunnah dan Contohnya

Sunnah terdiri dari beberapa tingkatan atau bermacam-macam jenisnya, antara lain sunnah qauliyah, sunnah fi’iliyah, dan sunnah taqririyah.

1. Sunnah Qauliyah

Berasal dari kata ‘Qaul’ yang artinya ucapan atau perkataan. Sunnah Qauliyah merupakan sunnah yang bersumber dari hadis sabda Rasulullah SAW.

Sabda Nabi umumnya adalah tentang hukum-hukum agama dan petunjuk untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.

Apapun yang telah diucapkan Nabi Muhammad SAW sudah pasti benar, kita pun harus menyakini dan membenarkannya.

Contoh sunnah qauliyah adalah penentuan awal puasa Ramadhan. Berikut hadits yang diriyawatkan dari Imam Al Bukhori dan Muslim:

“Berpuasalah kalian karena melihatnya (pada hilal), berbukalah kalian karena melihatnya, dan sembelihlah kurban karena melihatnya pula. Jika (hilal) itu tertutup dari pandangan kalian, sempurnakanlah menjadi tiga puluh hari, jika ada dua orang saksi, berpuasa dan berbukalah kalian.”

Contoh sunnah qauliyah yang lain adalah mengenai adab sebelum makan dan minum dengan membaca ‘Bismillah’.

Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah Ia membaca ‘Bismillah’. Jika lupa membacanya sebelum makan, maka ucapkanlah ‘Bismillahi fii awwalihi wa akhirihi’.” (HR. Tirmidzi)

2. Sunnah Fi’iliyah

Berasal dari kata ‘Fi’il’ yang artinya kata kerja atau perbuatan. Sunnah Fi’iliyah merupakan sunnah yang berasal dari perbuatan Nabi. Apapun yang dilakukan Nabi, kita pun mengikutinya.

Sunnah Fi’iliyah ini ada sebagai petunjuk umat muslim untuk melaksanakan perintah Allah dalam beribadah sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an.

Contoh sunnah fi’iliyah adalah bagaimana kita gerakan kita dalam sholat, wudhu, puasa, haji, zakat, sholat sunnah, bertutur kata, dan sebagainya.

Dalam Al-Quran hanya berisi perintah bahwa kita hendaklah mengerjakan sholat, beribadah, dan sebagainya, namun tidak dijelaskan bagaimana kita harus melakukannya.

Dari hadits riyawat Rasulullah, beliau mencontohkan bagaimana gerakan sholat, bagaimana saat berkurban, puasa, rangkaian ibadah haji. Itulah bagaimana umat muslim melaksanakan ibadah seperti sekarang.

3. Sunnah Taqririyah

Berasal dari kata at-taqrir yang artinya diam atau tidak mengingkari. Sunnah taqririyah merupakan sunnah yang disetujui oleh Nabi SAW.

Sumber sunnah ini adalah diamnya Nabi SAW atas segala perkataan atau perbuatan yang dikerjakan para sahabat saat tepat di hadapan Nabi.

Nabi tidak melarangnya, berarti perkataan atau perbuatan tersebut boleh dilakukan oleh umat Muslim karena tidak bertentangan dengan hukum Islam.

Contoh sunnah taqririyah adalah tayamum. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id Al Khudri r.a, ia berkata:

“Pernah ada dua orang dalam keadaan musafir (bepergian jauh) dan waktu sholat telah tiba, sedang mereka tidak membawa air. Lalu mereka bertayamum dengan debu yang bersih dan melakukan sholat.

Kemudian keduanya mendapati air (ketika waktu sholat masih ada), lalu salah seorang dari keduanya mengulangi sholatnya dengan air wudhu dan yang satunya tidak. Mereka menemui Rasulullah SAW kemudian menceritakan hal tersebut.

Maka Rasulullah SAW bersabda kepada orang yang tidak mengulangi sholatnya, ‘Kamu sesuai dengan sunnah dan sholatmu sudah cukup’. Dan Rasul juga bersabda kepada orang yang mengulangi sholatnya, ‘Bagimu adalah pahala dua kali.’”

Dari ketiga sunnah di atas, kita bisa mengamalkannya sesuai dengan kemampuan kita. Nah, contoh lain dari ketiga sunnah di atas yang bisa kita lakukan bisa Sahabat Qurani cek di sini ya. I

Apabila Sahabat Qurani ingin mengerjakan suatu sunnah namun masih merasa tidak yakin, janggal, atau ragu-ragu, lebih baik menanyakan kepada orang yang berilmu, ya.

Bagi para Sahabat Qurani yang ingin menambah wawasan ilmu bisa banget bergabung di grup kajian WhatsApp Quranesia. Di grup tersebut akan diinformasikan kapan dan di mana kajian akan diselenggarakan.

Aduh, rumah saya jauh dari lokasi. Bagaimana, ya?

Tak perlu khawatir, Sahabat Qurani, karena kajian ini bisa diikuti secara online maupun offline. Untuk informasi lebih lengkap, yuk gabung sekarang dengan klik di sini ya. I

Semoga bermanfaat. Barakallah~

Wassalamualaikum wr. wb

Bagikan Artikel:

Artikel Terkait:

Begini Cara Amal Jariyah Biar Pahala Mengalir Terus

Apa Itu Amal Jariyah dan Sedekah Jariyah Amal jariyah adalah amal kebajikan yang terus memberikan…

Pengertian Sedekah dan Keutamaannya dalam Islam

Sedekah atau shodaqoh adalah salah satu amalan atau ibadah yang ada di dalam agama Islam…

Meneladani Prinsip Kepemimpinan Rasulullah

Meneladani Prinsip Kepemimpinan Rasulullah

Assalamualaikum, Sahabat Qurani yang dirahmati Allah SWT Sebagai umat Muslim, sudah sepatutnya kita meneladani dan…