Begini Cara Amal Jariyah Biar Pahala Mengalir Terus
Apa Itu Amal Jariyah dan Sedekah Jariyah Amal jariyah adalah amal kebajikan yang terus memberikan…
Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia berhasil mendeklarasikan kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Saat itu banyak Ulama dan umat Islam turut berperan dalam memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Sayangnya tak banyak ulama tersebut yang terekspos, sehingga nama beliau terdengar asing. Yuk, kita explore peran ulama dalam kemerdekaan negara kita!
Peran Ulama Indonesia dan tokoh Muslim saat pra-kemerdekaan
Perjuangan bangsa kita sejak era pra-kemerdekaan hingga perjuangan kemerdekaan tak lepas dari peran Ulama. Terdapat nama-nama besar Ulama Indonesia yang turun ke medan perang, seperti Tuanku Imam Bonjol, Fatahillah, Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro, dan lain-lain.
Selain berperang, Ulama Islam pun turun serta dalam mencetuskan atau merumuskan dasar dan bentuk negara. Tujuh dari sembilan anggota Panitia Sembilan merupakan alim/ulama pada masanya.
Beliau-beliau adalah Haji Abdul Kahar Muzakir, Haji Achamd Subarjo, Haji Abdul Wahid Hasyid, Haji Agus Salim, Haji Mohammad Hatta, dan Haji Mohammad Yamin.
Ulama Indonesia yang berperan dalam kemerdekaan yang pertama adalah Habib Ali Al Habsyi. Beliau lahir di Jakarta, 20 April 1870. Peran Habib Ali kala itu adalah menjadi salah satu hari dan waktu proklamasi.
Sebelum memproklamasikan kemerdekaan, Presiden Soekarno mendatangi Habib Ali untuk meminta pendapat mengenai kapan hari dan waktu yang tepat membacakan proklamasi.
Habib Ali turut mendorong berdirinya partai politik berasaskan Islam pertama di Indonesia yang bernama Partai Syarikat Islam. Beliau pun merupakan pelopor berdirinya Majelis Ta’lim di Tanah Air.
Perjuangan Habib Ali terhenti pada tahun 1967. Beliau wafat di Jakarta, tanggal 10 Oktober.
Peran penting Ulama dalam kemerdekaan yang dilakukan Habib Idrus Al Jufri yakni sebagai penggagas Sang Saka Merah Putih.
Habib Idrus Al Jufri merupakan keturunan Imam Al Khawasah bin Abubakar Al Jufri. Lahir di Tarim, Yaman, 15 Maret 1892 dan wafat di Palu, Sulawesi Tengah pada tanggal 22 Desember 1969.
Ada beberapa peran penting dari Sultan Abdul Hamid II dalam meraih kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah dengan merancang lambang negara.
Saat itu beliau diutus Presiden Soekarno untuk merancang Lambang Negara. Sultan Abdul Hamid pun merancang Elang Rajawali sebagai Lambang Negara, yang kemudian disempurnakan menjadi Garuda Pancasila seperti yang kita kenal saat ini.
Selain itu, beliau turut berperan dalam Konferensi Meja Bundar yang membuat Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia.
Sultan Abdul Hamid II lahir di Pontianak, 12 Juli 1913, dan wafat di Jakarta pada 30 Maret 1978 di usia 65 tahun.
Selain Pangeran Diponegoro, kita memiliki Husein Muthahar sebagai ulama Indonesia yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia dalam medan perang.
Husein Muthahar dianugerahi bintang gerilya atas jasanya yang turut andil berperang gerilya pada tahun 1948 – 1949. Beliau menjadi topik yang cukup hangat di masa itu.
Selain itu, Husein Muthahar diberi gelar kehormatan negara, yakni bintang Mahaputera atas jasanya menyelamatkan sang Saka Merah Putih.
Pria kelahiran Semarang, 5 Agustus 1916 juga dikenal dengan julukan Bapak Pramuka Indonesia serta Pencipta Lagu Kebangsaan.
Adapun lagu-lagu ciptaan Husein Muthahar yang hingga kini masih dikumandangkan antara lain Mars Hari Merdeka, Hymne Syukur, dan Dirgahayu Indonesia.
Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pun Husein Muthahar peran beliau untuk Indonesia tak berhenti.
Habib Muthahar pernah mendirikan dan membina Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) yang beranggotakan pelajar dari penjuru Indonesia yang ditugaskan mengibarkan bendera pusaka saat upacara peringatan hari Kemerdekaan RI
Hingga saat ini proses pembinaan Paskibra untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI masih terus berjalan.
Perjuangan Habib Muthahar pun benar-benar terhenti saat beliau menghembuskan nafas terakhir pada tahun 2004, tepatnya tanggal 9 Juni.
Lahir di Yaman pada tahun 1879, Habib Assegaf dikenal sebagai seorang wartawan, sejarahwan, dan sastrawan keturunan Arab. Beliau cukup terkenal pada masa kemerdekaan RI.
Melalui tulisan-tulisannya, Habib Ahmad Assegaf banyak menyerang pemerintah kolonial Belanda. Bahkan beliau pernah mendatangi berbagai tempat di Indonesia.
Habib Assegaf merupakan salah satu pendiri Ar Rabithah Al Alawiyah, yakni sebuah lembaga atau pengurusan yang mencatat nasab dari Rasulullah SAW.
Alhamdulillah, kemerdekaan yang berhasil Indonesia raih merupakan karunia dari Allah SWT melalui perjuangan dan pengorbanan rakyat serta tokoh Indonesia, khususnya para Ulama Indonesia.
Semoga kisah singkat dari para ulama dalam memerdekakan Indonesia bisa menjadi inspirasi untuk kita terus menebar kebajikan demi keberlangsungan kedamaian di Tahan Air.
Apa Itu Amal Jariyah dan Sedekah Jariyah Amal jariyah adalah amal kebajikan yang terus memberikan…
Sedekah atau shodaqoh adalah salah satu amalan atau ibadah yang ada di dalam agama Islam…
Assalamualaikum, Sahabat Qurani yang dirahmati Allah SWT Sebagai umat Muslim, sudah sepatutnya kita meneladani dan…